Angkatan Kerja, Tenaga Kerja Dan Kesempatan Kerja

Angkatan Kerja
Angkatan kerja dapat didefinisikan sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif.

  • Angkatan Kerja

    Angkatan kerja dapat didefinisikan sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif.

    Dari pengertian tersebut maka angkatan kerja dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok pekerja (employment) dan kelompok penganggur (unemployment).

    Menurut Sumitro Djoyohadikusumo, faktor-faktor yang menentukan angkatan kerja adalah sebagai berikut

  1. Jumlah dan sebaran usia penduduk, penduduk yang berusia lebih dari batas tertentu dianggap masuk kedalam usia kerja. Misalnya, seorang anak yang berusia diatas 10 tahun aktif bekerja, dapat dikatakan sebagai bagian dari angkatan kerja.

  2. Pengaruh keaktifan bersekolah terhadap penduduk di usia muda. Maksudnya adalah penduduk usia muda yang masih sekolah tidak dianggap sebagai angkatan kerja, walaupun adalah penduduk usia muda itu sebagian orang yang sudah mulai bekerja.

  3. Peranan kaum wanita dalam perekonomian, wanita yang bekerja dalam urusan rumah tangga tidak dianggap sebagai bagian dari angkatan kerja. Jika seorang wanita mempunyai pekerjaan tertentu di luar rumah, maka dimasukkan sebagai angkatan kerja.

  4. Pertambahan penduduk yang tinggi, setiap pertambahan jumlah penduduk cenderung akan menambah bagian penduduk yang tergolong angkatan kerja.

  5. Meningkatnya jaminan kesehatan. Dengan meningkatnya jaminan kesehatan, umur rata-rata penduduk bertambah. Umur rata-rata akan memperpanjang masa produktif setiap penduduk dalam melakukan pekerjaannya, sehingga otomatis akan menambah jumlah angkatan kerja

  1. Pekerja (employment)

    Pekerja mencakup orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan saat disensus memang sedang bekerja, serta orang-orang yang mempunyai pekerjaan namun sementara waktu sedang tidak bekerja, misalnya petani sedang menanti panen atau pegawai yang sedang cuti. Pekerja dapat diartikan pula sebagai orang yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan minimal satu jam dalam satu minggu sebelum pencacahan.

  2. Pengangguran (unemployment)

    Pengangguran merupakan masalah pelik dan terjadi bukan hanya di negara-negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Namun, tekanan masalah pengangguran banyak terasa di negara-negara berkembang. Hal ini wajar karena negara-negara berkembang umumnya adalah negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi dan tingkat pendidikan masyarakatnya rendah.

    Pengangguran terjadi karena tidak seimbangnya antara kesempatan kerja dengan angkatan kerja atau antara permintaan tenaga kerja dengan penawaran tenaga kerja. Pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja atau seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan, tetapi belum dapat memperolehnya.

    Seseorang yang tidak bekerja tetapi sedang aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur, contohnya para ibu rumah tangga, mereka tidak mau bekerja karena ingin mengurus keluarganya, atau para anak orang kaya, mereka tidak ingin bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya. Kelompok ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dikategorikan sebagai penganggur sukarela.

    Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapatan. Tingginya tingkat pengangguran akan mengurangi pendapatan masyarakat sehingga dengan adanya pengangguran, tingkat kemakmuran masyarakat akan berkurang.

    Pengangguran akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial bagi individu yang mengalaminya. Pengangguran juga akan berdampak negatif terhadap keadaan ekonomi, politik, dan sosial bagi negara yang mempunyai tingkat pengangguran yang tinggi. Pengangguran sangat berpengaruh terhadap pencapaian kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan di negara yang bersangkutan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab pengangguran antara lain adalah perubahan struktur perekonomian, teknologi, musim, siklus bisnis, adanya kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja, serta keinginan memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

  • Usaha untuk mengatasi pengangguran

    Pengangguran tidak dapat dihapuskan, tetapi hanya dapat dikurangi. Pengurangan pengangguran dapat dilakukan dengan cara:

  1. Memperluas kesempatan kerja

    Perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi yang baru. Menurut Soemitro Djojohadikusumo, usaha perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

    1. Pengembangan industri, terutama jenis industri yang bersifat padat karya (labor intensive) yang dapat menyerap relatif banyak tenaga kerja dalam proses produksi.

    2. Melalui berbagai proyek pekerjaan umum, seperti pembuatan jalan, saluran air, bendungan dan jembatan.

  2. Menurunkan jumlah angkatan kerja

    Penurunan angkatan kerja diantaranya dapat dilakukan dengan peningkatan program keluarga berencana (KB) dan program wajib belajar 9 tahun bagi anak usia sekolah minimal sampai tamat SLTA. Keberhasilan program keluarga berencana akan menurunkan kecepatan pertambahan jumlah anak yang berusia 10-14 tahun memasuki penawaran tenaga kerja.

  • Dampak pengangguran terhadap keamanan sosial

    Pengangguran akan sangat berpengaruh terhadap individu yang mengalaminya dan kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa dampak negatif pengangguran, antara lain:

  1. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan

    Keterampilan yang kita miliki akan terus meningkat apabila terus digunakan. Jika tidak digunakan, keterampilan yang kita miliki lambat laun akan menghilang. Jadi, keterampilan kerja yang kita miliki akan menghilang dengan sendirinya jika kita tidak bekerja (menganggur)

  2. Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian dan pendapatan individu yang mengalaminya. Jika kita menganggur atau siapapun yang menganggur, jelas ia tidak memiliki mata pencaharian. Dengan tidak adanya mata pencaharian, maka akan kehilangan sumber pendapatan. Hilangnya sumber mata pencaharian dan pendapatan akan menimbulkan kerawanan sosial karena setiap individu senantiasa dituntut memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga.

  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik

    Tingkat pengangguran yang tinggi menggambarkan banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan. Namun, mereka tetap dituntut memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya. Untuk itu mereka akan melakukan segala cara demi terpenuhi kebutuhannya. Hal inilah yang akan menyebabkan kerawanan sosial seperti mencopet, merampok, dan tindakan kriminal lainnya. Pengangguran yang tinggi juga menyebabkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah sehingga menimbulkan unjuk rasa, demonstrasi, bahkan huru hara.

Dari pengertian tersebut maka angkatan kerja dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok pekerja (employment) dan kelompok penganggur (unemployment).

Menurut Sumitro Djoyohadikusumo, faktor-faktor yang menentukan angkatan kerja adalah sebagai berikut

  1. Jumlah dan sebaran usia penduduk, penduduk yang berusia lebih dari batas tertentu dianggap masuk kedalam usia kerja. Misalnya, seorang anak yang berusia diatas 10 tahun aktif bekerja, dapat dikatakan sebagai bagian dari angkatan kerja.

  2. Pengaruh keaktifan bersekolah terhadap penduduk di usia muda. Maksudnya adalah penduduk usia muda yang masih sekolah tidak dianggap sebagai angkatan kerja, walaupun adalah penduduk usia muda itu sebagian orang yang sudah mulai bekerja.

  3. Peranan kaum wanita dalam perekonomian, wanita yang bekerja dalam urusan rumah tangga tidak dianggap sebagai bagian dari angkatan kerja. Jika seorang wanita mempunyai pekerjaan tertentu di luar rumah, maka dimasukkan sebagai angkatan kerja.

  4. Pertambahan penduduk yang tinggi, setiap pertambahan jumlah penduduk cenderung akan menambah bagian penduduk yang tergolong angkatan kerja.

  5. Meningkatnya jaminan kesehatan. Dengan meningkatnya jaminan kesehatan, umur rata-rata penduduk bertambah. Umur rata-rata akan memperpanjang masa produktif setiap penduduk dalam melakukan pekerjaannya, sehingga otomatis akan menambah jumlah angkatan kerja

  1. Pekerja (employment)

    Pekerja mencakup orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan saat disensus memang sedang bekerja, serta orang-orang yang mempunyai pekerjaan namun sementara waktu sedang tidak bekerja, misalnya petani sedang menanti panen atau pegawai yang sedang cuti. Pekerja dapat diartikan pula sebagai orang yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan minimal satu jam dalam satu minggu sebelum pencacahan.

  2. Pengangguran (unemployment)

    Pengangguran merupakan masalah pelik dan terjadi bukan hanya di negara-negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Namun, tekanan masalah pengangguran banyak terasa di negara-negara berkembang. Hal ini wajar karena negara-negara berkembang umumnya adalah negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi dan tingkat pendidikan masyarakatnya rendah.

    Pengangguran terjadi karena tidak seimbangnya antara kesempatan kerja dengan angkatan kerja atau antara permintaan tenaga kerja dengan penawaran tenaga kerja. Pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja atau seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan, tetapi belum dapat memperolehnya.

    Seseorang yang tidak bekerja tetapi sedang aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur, contohnya para ibu rumah tangga, mereka tidak mau bekerja karena ingin mengurus keluarganya, atau para anak orang kaya, mereka tidak ingin bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya. Kelompok ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dikategorikan sebagai penganggur sukarela.

    Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kemakmuran suatu masyarakat adalah tingkat pendapatan. Tingginya tingkat pengangguran akan mengurangi pendapatan masyarakat sehingga dengan adanya pengangguran, tingkat kemakmuran masyarakat akan berkurang.

    Pengangguran akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial bagi individu yang mengalaminya. Pengangguran juga akan berdampak negatif terhadap keadaan ekonomi, politik, dan sosial bagi negara yang mempunyai tingkat pengangguran yang tinggi. Pengangguran sangat berpengaruh terhadap pencapaian kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan di negara yang bersangkutan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab pengangguran antara lain adalah perubahan struktur perekonomian, teknologi, musim, siklus bisnis, adanya kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja, serta keinginan memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

  • Usaha untuk mengatasi pengangguran

    Pengangguran tidak dapat dihapuskan, tetapi hanya dapat dikurangi. Pengurangan pengangguran dapat dilakukan dengan cara:

  1. Memperluas kesempatan kerja

    Perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi yang baru. Menurut Soemitro Djojohadikusumo, usaha perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

    1. Pengembangan industri, terutama jenis industri yang bersifat padat karya (labor intensive) yang dapat menyerap relatif banyak tenaga kerja dalam proses produksi.

    2. Melalui berbagai proyek pekerjaan umum, seperti pembuatan jalan, saluran air, bendungan dan jembatan.

  2. Menurunkan jumlah angkatan kerja

    Penurunan angkatan kerja diantaranya dapat dilakukan dengan peningkatan program keluarga berencana (KB) dan program wajib belajar 9 tahun bagi anak usia sekolah minimal sampai tamat SLTA. Keberhasilan program keluarga berencana akan menurunkan kecepatan pertambahan jumlah anak yang berusia 10-14 tahun memasuki penawaran tenaga kerja.

  • Dampak pengangguran terhadap keamanan sosial

    Pengangguran akan sangat berpengaruh terhadap individu yang mengalaminya dan kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa dampak negatif pengangguran, antara lain:

  1. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan

    Keterampilan yang kita miliki akan terus meningkat apabila terus digunakan. Jika tidak digunakan, keterampilan yang kita miliki lambat laun akan menghilang. Jadi, keterampilan kerja yang kita miliki akan menghilang dengan sendirinya jika kita tidak bekerja (menganggur)

  2. Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian dan pendapatan individu yang mengalaminya. Jika kita menganggur atau siapapun yang menganggur, jelas ia tidak memiliki mata pencaharian. Dengan tidak adanya mata pencaharian, maka akan kehilangan sumber pendapatan. Hilangnya sumber mata pencaharian dan pendapatan akan menimbulkan kerawanan sosial karena setiap individu senantiasa dituntut memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga.

  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik

    Tingkat pengangguran yang tinggi menggambarkan banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan. Namun, mereka tetap dituntut memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya. Untuk itu mereka akan melakukan segala cara demi terpenuhi kebutuhannya. Hal inilah yang akan menyebabkan kerawanan sosial seperti mencopet, merampok, dan tindakan kriminal lainnya. Pengangguran yang tinggi juga menyebabkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah sehingga menimbulkan unjuk rasa, demonstrasi, bahkan huru hara.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment